Workshop Penulisan Jurnalistik dan Web Management

Kali ini saya akan menuturkan sedikit pengalaman saat menikuti Workshop Penulisan Jurnalistik dan Web Management. Workshop di Buka oleh R. Rvy kepadala Bidang P2 Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Khusus Kepulauan Riau. Beliau menuturkan bahwa salah satu tujuan penyelengaraan workshop adalah terciptanya Humas Muda Bea Cukai yang selalu ingin tahu, sehingga kegiatan yang ada di lingkungan Bea Cukai khususnya di Lingkungan Kanwil dapat terpantau melalui tulisan secara Nasional bahkan mendunia.

Narasumber pertama adalah Iqbal pempred Batam POS. Sebuah Press Release dapat diangkat menjadi sebuah tulisan hanya bila memenuhi data yang cukup. Data tersebut haruslah memuat 5W 1 H. Siapa subyeknya, dimana tempat kejadianya, apa perkaranya, kapan persitiwa terjadi, apa objeknya dan bagaimana kronologinya harus jelas. Yang sangat beliau tekankan adalah perlunya Hard siaran pers yang tetap harus diberikan meskipun ada keterangan Lisan Langsung yang resmi dari Narasumber. Hal demikian dimaksudkan untuk mengurangi kesalahan resiko yang akan dilakukan pewarta. kesalahan yang paling sering terjadi tanpa adanya Hard copy tersebut adalah kesalahan mengenai Jumlah dan detail data. Waktu penyampaian  yang paling ideal untuk membagi copy Siaran Pers adalah sebelum narasumber berbicara sehingga dapat di pelajari oleh pewarta terlebih dahulu dan menjadikannya sebagai bahan pertanyaan setelah siaran.Sedangkan pembagian copy di akhir memiliki sedikit resiko apabila segera setelah siaran wartawan langsung membubarkan diri sehingga Humas kesulitan untuk memberikannya.

Proses persiapan sangatlah penting bagi seseorang yang hendak menulis suatu berita/artikel. Proses persiapan di mulai dengan menentukan sebuah topik. Dalam menentukan sebuah topik perlu diperhatikan unsur penting dan menariknya suatu peristiwa. Kedua unsur tersebut menjadi point penting dalam pengambilan keputusan nantinya oleh penilai apakah tulisan dengan topik yang kita buat sudah layak cetak dan diterima dengan baik oleh pembaca ataupun tidak.

Latar belakang masalah juga patut disertakan. Alasan mengapa suatu topik tersebut yang kita angkat tentunya patut diketahui oleh pembaca. kita juga harus menentukan sudut pandang yang akan kita pakai. Langkah selanjutnya kita bisa menentukan narasumber mana saja yang harus kita mintai keterangan terkait topik yang kita tentukan. Kita bisa mengambil lebih dari satu Narasumber agar memenuhi syarat berita berimbang. Jangan sampai tulisan yang kita buat terlalu memihak dan atau malah menyudutkan salah satu pihak. Bila terlalu banyak Narasumber sedangkan kita meiliki keterbatasan waktu, kita harus menyortir mana yang perananya lebih banyak atau lebih mampu dalam topik yang kita ambil.

Untuk menunjang tulisan yang kita buat, referensi kepustakaan juga diperlukan. Kita bisa mempelajari peristiwa tersebut mulai dari koran, majalah, buku ilmiah sampai artikel yang berada diinternet. titik berat kepustakaan adalah kredibilitas tulisan yang kita jadikan sebagai acuan. Barulah setelah kita mempelajari dari studi kepustakaan kita bisa menentukan pertanyaan-gpertanyaan mengenai data yang kita inginkan dari narasumber. Agar tulisan makin greget dan tidak mandeg ditengah jalan, kita bisa menentukan tanggat untuk tulisan kita.

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan pemaparan tentang Web management. Pemateri memberikan pembelajaran tentang bagaimana mengelola web Kanwil Kepri dengan alamat http://kwbckepri.beacukai.go.id/ dikarenakan dasarnya memaikai wordpress, ya seperti sudah makanan sehari-hari lah ya hehehee.

Diadakan juga sesi latihan pembuatan artikel dari runtutan kejadian. Karena informasi yang diberikan sudah lengkap, sangat mudah untuk mengembangkannya menjadi tulisan. Dikarenakan saya termasuk tiga tercepat dalam penyelesaian artikel saya mendapatkan hadiah lho. Buku yang di ttd-in pempred Batam Pos. hehehee

Pemateri yang terakhir adalah dari bagian humas Kantor Pusat. Sesi ini adalah sesi yang paling mencair. Humas Kanpus mencari tenaga baru yang berhasrat sama menaikkan citra masyarakat terhadap bea-cukai. menarik memang tapi takut juga kalau nanti semacam dikejar deadline. Yang di harapkan oleh kantor pusat adalah setiap pegawai Bea Cukai menjadi Humas bagi BC. Konotasi negatif di otak saya. Pencitraan saja. Saya lebih suka menunjukkan fakta dan prestasi dari pada hanya sekedar citra. Sesuatu yang harus di unjukkan adalah yang penting, berpengaruh dan bermanfaat dalam tingkatan yang tinggi.

Workshop ditutup oleh Kepegawaian Kanwil dengan ucapan syukur. Satu hal yang paling nyantol adalah “teruslah menulis”. Jangan takut tulisan yang kita baca tidak di sukai orang lain, tidak menarik atau cenderung membosankan. Tetapi bila memang yang kita tulis itu adalah berita, cermati jangan sampai ada fakta yang terlewatkan atau justru malah salah. Terimakasih minaaaa

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s